Selasa, 30 Desember 2008

TANGGAPAN TERHADAP KASUS PELEMPARAN SEPATU PADA BUSH

Kejadian ini bermula saat Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush sedang melakukan konferensi pers di ibu kota Bagdad,Irak. Insiden pelemparan sepatu ke arah Bush terjadi pada Senin tanggal 15 Desember 2008 sewaktu Bush sedang jumpa pers bersama dengan Perdana Menteri Nuri Kamal Al-Maliki. Aksi melempar sepatu yang di lakukan oleh salah seorang wartawan peserta konferensi Irak yaitu Muntadhar Al-Zaidi. Al-Zaidi melakukan dua kali lemparan yang meleset dan disertai dengan makian.

Dalam konteks ini, berbicara tentang etis atau tidaknya tindakan tersebut sangat bersifat subjektif, artinya sangat tergantung dari penilaian seseorang dan dari sudut pandang mana orang melihatnya. Karena definisi konsep etis bagi setiap orang beda-beda dan sangat dipengaruhi oleh situasi dan kondisinya. Sehingga jelas definisi setiap orang tentang penggunaan etis dan soal pemberian gelar pahlawan berbeda-beda pula. Tetapi perlu di tekankan, baik secara teori maupun praktik bahwa melempar sepatu kepada orang lain itu merupakan suatu tindakan yang dinilai tidak etis karena telah merendahkan derajat seseorang.

Menurut saya tindakan melempar sepatu kepada orang lain itu salah/tidak etis, apalagi itu salah seorang tamu kepala negara lain yang di undang, hal ini terlepas dari reputasi atau background Bush yang buruk dan sifat kepemimpinannya yang otoriter di mata masyarakat islam khususnya.

Di dalam islam tidak dibenarkan melemparkan sepatu kepada seseorang apalagi di depan khalayak umum, karena tindakan tersebut menunjukkan sikap yang tidak baik dan tidak hormat. Sebenarnya tindakan yang dilakukan oleh Al-Zaidi telah melanggar etika dalam bersikap. Islam telah mengajarkan bagaimana tata cara/adab-adab dalam memuliakan tamu undangan, dimana sikap sopan santun sangat dijaga dan dijunjung tinggi dalam islam. Walaupun Al-Zaidi sebagai orang islam telah tau hal itu, namun karena emosi dan amarah yang terpendam sudah begitu lama dan tidak bisa dibendung lagi maka dia tidak sadar lagi posisinya sebagai wartawan sehingga dia dengan berani melampiaskan kekesalan dan kemarahan yang begitu memuncak terhadap Bush.

Secara profesional, tindakan yang dilakukan Al-Zaidi tidak bisa dibenarkan. Karena ia datang ke konferensi pers itu dalam kapasitas sebagai wartawan. Tugasnya adalah meliput berita. Bukannya menjadikan kesempatan itu sebagai ajang untuk membalas dendam.

Tetapi jika dilihat dari kepemimpinan Bush, maka tindakan pelemparan tersebut sudah layak diterima Bush. Karena Bush memang sudah membawa kesengsaraan pada negara Irak. Bush telah melakukan tindakan amoral yaitu membunuh dengan menciptakan kekacauan (perang) dan melecehkan rakyat melalui kebijakan yang diterapkannya. Oleh karena itu wajar jika rakyat Irak menganggap Presiden Bush seperti hewan.
Menyikapi kasus pelemparan Presiden US di Irak adalah cerminan bahwa memang dia sudah tidak bisa diterima di Irak. Sikapnya yang arogan dengan kemampuan militer membuat dia (dan administrasinya) semakin dibenci dibanyak negara terutama negara-negara berkembang.

Bagi masyarakat Irak, palestina, dan wilayah Arab lain menganggap pelemparan sepatu itu sebagai bentuk perlawanan serius. Karena dalam tradisi Arab melempari seseorang dengan sepatu/alas kaki adalah sesuatu yang sangat buruk artinya sangat marah atau sangat benci. Al-Zaidi diberi gelar pahlawan/hero sebagai bentuk dukungan dan dia telah berani melampiaskan kebencian pada Bush sebagaimana halnya dengan orang-orang Irak pada umumnya yang anti-Bush. Dia telah berhasil melakukan hal yang gagal dilakukan oleh para pemimpin Arab.

Insiden pelemparan sepatu tersebut menjadi pelajaran penting bagi setiap presiden di dunia. Ini kritik terbuka bagi presiden manapun agar tidak membuat kebijakan yang merusak negara lain. Karena nanti akan terjadi hal yang tidak terduga, insiden tersebut terjadi karena Bush mengeluarkan kebijakan yang tidak pro kemanusiaan di Irak. Bush membuat kebijakan yang menghancurkan negara orang lain, ribuan orang mati terkait perang di Irak.

Perbedaan takaran dalam memandang kasus shoegate ini memang menunjukkan betapa bedanya tingkat sentimen anti-Bush antara di Asia dengan di jazirah Arab.

Tidak ada komentar: